Berbeda dengan saham atau mata uang, emas tidak terikat langsung pada kinerja perusahaan atau kebijakan satu negara. Nilainya cenderung stabil dan diakui secara world, sehingga permintaan emas biasanya melonjak saat kondisi dunia tidak menentu.
Alasan yang mungkin lebih masuk akal adalah peningkatan permintaan reksa dana berbasis emas (ETF emas).
Dengan reksa dana ini, investor merasakan dinamika harga emas, tanpa perlu menyimpan fisik emasnya. Maka dari itu, investasi emas atau komoditas lain jadi lebih mudah dijangkau oleh berbagai kalangan investor.
Dua faktor tersebut menunjukkan adanya peningkatan permintaan yang konsisten, di samping permintaan emas untuk perhiasan dan elektronik yang akan selalu ada.
Emas bukan sekadar logam mulia untuk perhiasan. Sejak ratusan tahun lalu, emas telah digunakan sebagai alat lindung nilai dan simbol kekayaan.
Di banyak negara berkembang, pelemahan mata uang lokal juga membuat masyarakat memilih emas sebagai penyimpan nilai yang lebih aman dibandingkan menyimpan uang tunai.
Sementara itu, harga buyback emas batangan Antam pada hari ini juga naik sebanyak Rp40 ribu. Harga jual kembali emas Antam hari ini masih dipatok sebesar Rp2,589 juta for each gram.
KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara personal kepada setiap kontributor.
Dari kejadian tersebut, negara-negara berkembang menyadari risiko ketergantungan terhadap sistem keuangan world wide yang didominasi Barat.
KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara particular person kepada setiap kontributor.
Alasan pertama adalah menguatnya ketidakpastian ekonomi akibat kenaikan utang pemerintah. Kondisi ekonomi internasional diperburuk dengan penangguhan sebagian aktivitas pemerintahan AS akibat mandeknya anggaran.
KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
Kondisi ini menjadikan emas sebagai komoditas ekspor terpenting kedua setelah bijih besi yang telah menjadi sumber devisa utama bagi Australia.
Peningkatan permintaan dari Rusia dan Cina ditambah dengan geliat investor pada ETF emas menjadi tanda bahwa harga emas akan terus naik.
Karena itu, pelaku pasar kini get more info menaruh perhatian besar pada rangkaian pertemuan lender sentral worldwide yang berlangsung pekan ini. Trader menunggu sinyal mengenai bagaimana para pembuat kebijakan menilai dampak konflik terhadap perekonomian dunia serta arah kebijakan suku bunga ke depan.
Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui System resmi kami.
